Untung Rugi Tiap Proyek, dari Jurnal yang Sama
Proyek menjadi dimensi kedua di buku besar Acosys. Order, faktur, penerimaan barang, pengeluaran gudang, sampai jurnal biaya bisa ditandai proyeknya — lalu laba rugi per proyek terbentuk dari transaksi yang sama yang menyusun laporan keuangan perusahaan. Tidak ada rekap terpisah yang lama-lama selisih.
Yang Anda Dapat
Proyek & Kelompok Proyek
Satu kartu per proyek: kode, manajer proyek, pelanggan, nilai kontrak, target selesai, dan status Rencana, Berjalan, Ditahan, Selesai, atau Batal. Kelompok proyek memudahkan pengelompokan per cabang, jenis pekerjaan, atau tahun anggaran. Proyek internal yang tidak berpendapatan juga bisa dicatat — laporannya menampilkan serapan biaya saja.
Rincian Pekerjaan Berbobot
Susun pekerjaan bertingkat dengan kode WBS 1, 1.1, 1.2 — masing-masing dengan bobot, penanggung jawab, serta rencana dan realisasi tanggal. Progres proyek dihitung dari bobot pekerjaan yang sudah selesai, bukan diketik manual, jadi angkanya bisa dipertanggungjawabkan.
Anggaran per Proyek
Tetapkan anggaran biaya per proyek, lalu bandingkan langsung dengan realisasinya. Laporan Anggaran vs Realisasi menunjukkan sisa anggaran dan persentase serapan setiap pos, sehingga proyek yang mulai melewati anggaran terlihat sebelum pekerjaannya selesai.
Proyek Menempel di Transaksi
Kolom proyek tersedia di order penjualan, faktur penjualan, permintaan pembelian, order pembelian, penerimaan barang, faktur pembelian, pengeluaran barang, serta jurnal umum, pendapatan, dan biaya. Proyek ikut turun sendiri dari permintaan pembelian ke order dan penerimaan barang — tidak perlu diketik ulang di setiap tahap.
Laba Rugi per Proyek
Laporan laba rugi proyek adalah laporan laba rugi perusahaan dengan satu filter proyek tambahan — dibaca dari buku besar yang sama. Karena itu angkanya tidak mungkin berbeda dari laporan keuangan, termasuk soal persetujuan, retur, pembatalan, dan tutup buku.
Material Terbeli Tidak Hilang dari Pandangan
Material yang sudah dibeli untuk proyek tetapi belum dikeluarkan ke lapangan masih berupa persediaan, bukan biaya. Angka itu tampil di kolom tersendiri, "Belum Jadi Biaya", dan berpindah menjadi realisasi saat materialnya dipakai — total terpakai tidak bergerak, jadi tidak ada biaya yang terhitung dua kali.
Empat Langkah, Lalu Laporannya Terbentuk Sendiri
Tidak ada pembukuan kedua yang harus diisi. Yang berubah hanya satu: setiap dokumen yang berkaitan dengan proyek diberi tanda proyeknya. Sisanya dikerjakan sistem.
- Jurnal ditandai proyek otomatis saat dokumen disimpan maupun saat disetujui
- Satu jurnal manual bisa dibagi ke beberapa proyek — tandanya per baris
- Progres proyek dihitung dari bobot rincian pekerjaan, walau WBS masih disusun
- Pembelian alat berat tetap menjadi aset tetap, bukan biaya proyek
Lima Layar yang Menjawab Pertanyaan Manajemen
Dashboard Proyek
Ringkasan seluruh proyek berjalan: nilai kontrak, serapan biaya, dan progres dalam satu layar.
Laba Rugi per Proyek
Laba rugi lengkap untuk satu proyek atau seluruh proyek, dibaca dari buku besar.
Anggaran vs Realisasi
Anggaran, realisasi, material yang belum jadi biaya, total terpakai, dan sisa anggaran.
Rekap Semua Proyek
Satu baris per proyek untuk membandingkan progres, serapan, dan hasil antarproyek.
Laba Kotor per Proyek
Dihitung dari dokumen penjualan dan pembelian, jadi tetap terbaca oleh usaha yang belum memakai modul Akuntansi.
Yang Perlu Diketahui Sebelum Memakai
Satu dokumen dicatat untuk satu proyek — faktur pembelian material yang dipakai tiga proyek dipecah menjadi tiga faktur. Laba rugi per proyek memakai modul Akuntansi; tanpa modul itu yang tersedia adalah Laba Kotor per Proyek dari dokumen penjualan dan pembelian. Penagihan termin dan berita acara belum termasuk pada rilis pertama. Manajemen Proyek adalah modul tambahan — tinggal diaktifkan pada lisensi atau langganan Anda, tanpa proyek pengembangan khusus.
Tahu Proyek Mana yang Menguntungkan
Cara tercepat memahami Acosys adalah mencobanya langsung — gratis, tanpa perlu instalasi.