Order Pembelian
Daftar Order Pembelian berikut berapa yang sudah diterima per produk. Laporan untuk mengejar pesanan ke pemasok yang belum datang.
Pertanyaan yang Dijawab
- PO mana yang belum diterima seluruhnya, dan produk apa yang masih kurang?
- Berapa nilai pesanan ke pemasok X yang masih terbuka?
- Apakah PO nomor X sudah menjadi faktur pembelian?
Filter
| Filter | Artinya |
|---|---|
| Tanggal Transaksi | Rentang tanggal order. Kosong berarti seluruh riwayat - untuk data bertahun-tahun laporannya jadi lambat, jadi isi selalu. |
| Divisi | Terisi otomatis dari divisi bawaan peran pengguna. Peran yang dikunci ke satu divisi tidak bisa menggantinya. |
| Sudah Difakturkan | Saklar. Mati (bawaan): hanya PO yang belum menjadi faktur - pesanan yang masih terbuka. Nyala: hanya PO yang sudah difakturkan. |
| Pemasok | Satu pemasok saja; terisi dari pemasok bawaan peran bila ada. |
Cara Membaca Hasil
Satu blok per PO: kepala (nomor, pemasok, pembeli, tanggal, total, catatan) lalu baris produk.
| Kolom | Artinya |
|---|---|
| Jumlah, Satuan | Kuantitas yang dipesan. |
| Produk Diterima | Kuantitas yang sudah masuk lewat Penerimaan Barang yang merujuk PO ini. |
| Produk Belum Diterima | Jumlah - Produk Diterima. Inilah yang masih ditunggu dari pemasok. |
| Gross, Diskon, Bersih, Pajak, Pajak Tambahan, Subtotal | Nilai pesanan per produk; Subtotal = Bersih + pajak. |
Kenapa Angka Bisa Berbeda
- "Diterima" dihitung dari dokumen Penerimaan Barang, bukan dari faktur. PO yang langsung difakturkan tanpa Penerimaan Barang tetap tampak belum diterima.
- PO tidak menyaring status persetujuan - PO yang masih menunggu persetujuan ikut tampil.
- Total di kepala PO adalah nilai akhir sesudah diskon faktur; jumlah Subtotal barisnya bisa berbeda karena diskon faktur tidak dibagi ke baris.
Lokasi Menu
- Pengadaan / Laporan Pembelian / Order Pembelian
/report/purchaseorder