Desain Pencetakan
Desain Pencetakan adalah tempat merawat atau memodifikasi template cetakan yang dipakai aplikasi, misalnya format struk, faktur/nota, invoice, atau dokumen lain yang dipanggil dari transaksi. Pengguna tidak mengisi transaksi di halaman ini. Yang diedit adalah bentuk hasil cetaknya: judul, tabel, logo, posisi kolom, kode EJS, ukuran kertas, margin, dan status aktif desain.
Kapan Dipakai
- Saat format cetakan perlu disesuaikan, misalnya menambah logo, mengganti judul, mengatur kolom tabel, atau mengubah ukuran kertas.
- Saat implementor ingin membuat variasi template tanpa mengubah aplikasi utama.
- Saat desain lama perlu diduplikasi lebih dulu sebelum diubah, supaya versi awal masih aman.
- Saat template perlu dipindahkan antar server dengan export dan import file JSON.
- Saat template cetak tidak tampil rapi di printer dan perlu dicek dari HTML/EJS serta default page setup.
Konsep Dasar
- Print File adalah file desain cetak yang dipilih dari server. Setelah file dipilih, halaman memuat nama desain, kode desain, template, status aktif, dan pengaturan kertasnya.
- Name adalah nama yang mudah dikenali user. Nama ini membantu membedakan desain ketika daftar template mulai banyak.
- Group Design adalah kode/path desain. Kode ini penting karena form lain biasanya memanggil desain berdasarkan path tersebut. Jangan menggantinya sembarangan kalau template sudah dipakai transaksi.
- Template adalah isi cetakan dalam bentuk HTML/EJS. HTML menentukan tampilan, sedangkan EJS mengambil data dari transaksi, melakukan pengulangan baris, menampilkan total, atau membuat kondisi seperti menampilkan kolom tertentu hanya bila diperlukan.
- Code cocok untuk implementor yang nyaman membaca HTML/EJS langsung. WYSIWYG cocok untuk perubahan visual ringan, seperti teks, tabel, dan susunan dasar.
- EJS chip adalah penanda kode EJS di mode WYSIWYG. Chip ini sengaja dibuat agar kode seperti
<%= ... %>tidak rusak saat diedit secara visual. Klik Edit pada chip untuk mengubah kode EJS-nya. - Default Page Setup menentukan ukuran kertas, orientasi portrait/landscape, lebar-tinggi custom, dan margin. Ini memengaruhi hasil print, terutama printer kasir, printer thermal, dan dokumen dengan tabel lebar.
- Active menandai apakah desain ini masih dipakai. Desain nonaktif sebaiknya tidak dijadikan pilihan pada konfigurasi cetak.
Alur Penggunaan
- Buka menu Pengaturan / Designer & Menu / Desain Pencetakan.
- Pilih Print File yang akan diedit. Setelah dipilih, halaman membaca file JSON-nya dan mengisi Name, Group Design, Template, status Active, serta Default Page Setup.
- Untuk perubahan aman, klik Duplicate lebih dulu. Sistem membuat nama file lanjutan secara otomatis, lalu menyimpan salinan sebagai desain baru.
- Edit Name bila perlu, tetapi hati-hati dengan Group Design. Group Design berhubungan dengan pemanggilan template dari form lain.
- Edit template dari tab Code atau WYSIWYG. Untuk perubahan struktur yang memakai pengulangan data, kondisi, atau perhitungan, gunakan tab Code agar kode EJS tetap jelas.
- Atur Default Page Setup: paper size, custom width/height, margin kiri-kanan-atas-bawah, dan orientasi cetak.
- Klik Save untuk menyimpan desain ke server. Klik Save as JSON bila perlu backup lokal sebelum perubahan besar.
- Gunakan Import bila ada file JSON desain dari server lain. Setelah import, periksa lagi nama file dan Group Design sebelum disimpan ke server.
- Gunakan Delete hanya untuk desain yang sudah tidak dipakai. Jangan menghapus template yang masih dipakai transaksi aktif.
Cara Membaca Template
- Bagian teks biasa di template akan tercetak apa adanya. Contoh: judul nota, nama kolom, catatan, atau footer.
- Kode EJS dengan bentuk
<%= ... %>berarti menampilkan nilai, misalnya nomor transaksi, tanggal, nama customer, atau total. - Kode EJS dengan bentuk
<% ... %>biasanya dipakai untuk logika, sepertiif,for, menghitung subtotal, atau menyiapkan variabel sebelum tabel dicetak. - Tabel biasanya berisi baris header dan baris detail. Kalau jumlah baris detail mengikuti isi transaksi, berarti ada EJS loop di bagian tersebut.
- Di mode WYSIWYG, kode EJS ditampilkan sebagai chip agar user tidak perlu melihat seluruh kode. Namun untuk perubahan yang rumit, tetap lebih aman membuka tab Code.
Tombol di Bagian Atas
- Refresh mengambil ulang daftar print file dari server.
- Import membuka file JSON dari komputer dan memasukkannya ke halaman designer.
- Duplicate membuat salinan dari desain yang sedang dipilih. Ini cara paling aman sebelum mengubah template standar.
- Save menyimpan desain ke server dengan nama file yang sedang dipilih.
- Save as JSON mengunduh desain sebagai file JSON untuk backup atau dipindahkan ke server lain.
- Delete menghapus file desain dari server setelah konfirmasi.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Sebelum mengubah template yang sudah dipakai operasional, export JSON atau duplicate dulu. Perubahan kecil pada EJS bisa membuat cetakan gagal render.
- Jangan menghapus atau mengganti Group Design bila belum tahu form mana yang memakai template tersebut.
- Jika hasil cetak melebar atau terpotong, cek Default Page Setup lebih dulu: paper size, orientasi, dan margin.
- Jika data transaksi tidak muncul, masalahnya biasanya bukan di layout tabel, tetapi pada kode EJS yang mengambil field data.
- Mode WYSIWYG membantu untuk perubahan visual, tetapi bisa kurang cocok untuk template yang berisi banyak kondisi dan loop. Untuk template seperti itu, gunakan tab Code.
- File desain disimpan sebagai JSON. Gunakan Save untuk menyimpan ke server, Save as JSON untuk backup, dan Import untuk memindahkan desain dari file lain.
Lokasi Menu
- Pengaturan / Designer & Menu / Desain Pencetakan
/printdesigner