Pemecahan Barang
Memecah satu produk menjadi beberapa produk lain: karung besar menjadi beberapa ukuran bungkus bermerek sendiri, parcel dibongkar kembali, atau satu set dijual terpisah. Induknya keluar dari stok, hasilnya masuk, dan nilai induk dibagi ke hasilnya - bawaannya menurut harga jual.
Kapan Form Ini Dipakai
- Memecah satu barang menjadi beberapa produk berbeda yang masing-masing punya kode, barcode, dan harga jual sendiri - misalnya beras satu karung menjadi kemasan 1 kg, 2 kg, dan 5 kg yang dijual sebagai produk tersendiri.
- Membongkar parcel atau paket bundling yang tidak terjual kembali menjadi barang-barang isinya.
- Memisah satu set menjadi bagian-bagian yang dijual terpisah.
- Hasil pemecahan boleh lebih dari satu jenis, dan tiap jenis menanggung bagian nilainya sendiri.
Kapan Form Ini TIDAK Diperlukan
Kasus yang paling sering keliru memakai form ini:
- Beli per karung, jual per kilogram dengan kode produk yang sama. Itu sudah selesai lewat multi-satuan di master Produk - isi satuan (1 karung = 25 kg) yang mengurus stoknya, tanpa dokumen apa pun.
- Pemecahan baru diperlukan kalau hasilnya produk lain: punya kode/barcode sendiri, harga jual sendiri, dan harga pokok sendiri.
- Pertanyaan pemutusnya satu: hasilnya kode produk baru di master Produk, atau cuma satuan lain dari produk yang sama?
Memakai form ini untuk kasus multi-satuan memecah stok satu barang ke dua kode produk, dan laporan persediaan tidak akan pernah menyatukannya lagi.
Cara Mengisi
- Isi Divisi, Departemen, tanggal dan jam. Nomor dokumen terisi sendiri.
- Isi Barang yang Dipecah, satuannya, dan Jumlah yang dipecah.
- Di tabel Hasil Pemecahan, tambahkan tiap produk hasil beserta satuan dan jumlahnya.
- Biarkan kolom Harga Beli hasil tetap 0 kalau ingin nilainya dibagi otomatis - ini cara yang dianjurkan.
- Ketik angka di Harga Beli hanya pada baris yang nilainya sudah Anda putuskan sendiri; baris lain yang masih 0 akan menerima sisanya.
- Simpan. Server mengisi Harga Beli dan Subtotal setiap baris, lalu menuliskannya balik ke dokumen.
Tombol simpan menolak dokumen yang total jumlah hasilnya 0.
Bagaimana Nilai Dibagi
Nilai yang dibagi adalah HPP rata-rata bergerak induk pada tanggal dan jam dokumen, dikali jumlah yang dipecah. Jumlah nilai seluruh hasil selalu sama dengan nilai itu.
- Bawaannya proporsional harga jual. Bobot tiap baris = harga jual level 1 satuan yang dipilih x jumlah baris itu. Kemasan yang lebih mahal per kilogram menyerap nilai lebih banyak - ini metode joint cost yang lazim, dan lebih mendekati kenyataan daripada membagi rata per kilogram.
- Kalau seluruh hasil belum punya harga jual, pembagiannya jatuh ke kuantitas dasar (isi satuan x jumlah), bukan gagal diam-diam dengan nilai nol.
- Harga Beli 0 berarti "hitungkan saya". Baris yang berisi angka adalah keputusan orang dan tidak disentuh; sisa nilai induk dibagi ke baris yang masih 0.
- Kalau semua baris sudah diisi tangan dan jumlahnya persis nilai induk, tidak ada yang diubah sama sekali - pembagian penuh buatan tangan memang dihormati, termasuk saat dokumen yang sudah beres disimpan ulang.
- Kalau semua baris diisi tangan tapi jumlahnya meleset, atau baris yang diisi tangan saja sudah melampaui nilai induk, seluruh baris dialokasikan ulang. Jurnal yang timpang jauh lebih merusak daripada satu angka yang ditimpa.
- Sisa pembulatan dibuang ke baris berbobot terbesar, jadi jumlahnya persis - bukan selisih satu sen yang menggantung.
Peran tanpa hak Menampilkan Riwayat Harga Beli tidak melihat kolom Harga Beli, jadi seluruh nilainya selalu dibagi otomatis untuk peran itu.
Field yang Perlu Diperhatikan
| Field | Yang perlu diperhatikan |
|---|---|
| Divisi, Departemen | Cabang dan gudang tempat stok berpindah. Kedua sisi transaksi selalu di divisi dan departemen yang sama - form ini tidak memindahkan barang antar gudang. Peran yang dikunci ke satu divisi/departemen tidak bisa menggantinya. |
| Faktur | Nomor dokumen, terisi otomatis per divisi bila penomoran aktif. Sumber penomorannya sama dengan form persediaan lain. |
| Tanggal, Jam | Waktu transaksi. Waktu ini menentukan HPP mana yang dipakai dan urutan rata-rata bergerak sesudahnya; jam simpan mengisi sendiri saat dokumen dibuat. |
| Serial Number, Tgl. Kadaluarsa | Hanya tampil bila perusahaan memakai nomor seri. |
| Catatan | Ikut ke baris buku stok dan baris jurnal dokumen ini, dipotong 100 karakter. |
| Barang yang Dipecah, Nama | Produk induk yang keluar dari stok. Nama terisi otomatis. |
| Satuan, Jumlah | Satuan dan kuantitas induk yang dipecah. Stok dicatat dalam satuan dasar. |
| Harga Beli (induk) | Biasanya tidak perlu diisi: nilainya dibaca dari HPP rata-rata bergerak induk. Angka yang diketik di sini hanya dipakai bila produk induk belum pernah punya HPP sama sekali. Sesudah simpan, server menuliskan HPP yang benar-benar dipakai. |
| Hasil Pemecahan | Tabel rincian hasil. Tiap baris: produk, satuan, jumlah, Harga Beli per satuan, dan Subtotal. |
| Harga Beli (hasil) | 0 = hitungkan saya. Angka yang diketik dipertahankan sejauh mungkin - lihat "Bagaimana Nilai Dibagi". |
| Subtotal | Jumlah x Harga Beli, dihitung server. |
| Status Persetujuan | Menunggu Persetujuan / Disetujui / Ditolak - hanya berarti bila alur persetujuan aktif untuk dokumen ini. |
Dampak Setelah Simpan
- Stok induk berkurang dan stok tiap hasil bertambah di departemen itu, pada tanggal dan jam dokumen, dalam satuan dasar.
- Catatan HPP baru dibuat untuk tiap produk hasil, dari nilai yang dialokasikan ke barisnya dibagi jumlah baris itu, dirata-ratakan bergerak dengan stok lama.
- Jurnal otomatis: kredit akun persediaan induk, debet akun persediaan tiap hasil, dijumlahkan per akun. Akun persediaan yang sama di semua produk berarti nol baris jurnal - dan itu benar.
- Nilai transaksi ini selalu netral: tidak ada laba, rugi, atau biaya yang lahir dari memindahkan nilai antar produk. Upah rakit, biaya kemasan, dan susut sengaja belum dijangkau - keduanya menambah nilai dari luar persediaan dan menuntut akun lawan sendiri.
- Tiap simpan ulang menghapus lalu menulis ulang jurnal, buku stok, dan catatan HPP dokumen ini.
- Menyunting atau memundurkan tanggal dokumen lama membuat rantai HPP sesudah tanggal itu dihitung ulang otomatis, jadi rata-rata bergerak transaksi berikutnya tetap benar. Karena itu menyimpan dokumen lama bisa mengubah laba laporan penjualan sesudahnya - itu perbaikan, bukan kerusakan.
- Bila alur persetujuan aktif untuk dokumen ini, stok, HPP, dan jurnal baru berubah sesudah dokumen disetujui. Sebelum disetujui, dokumennya sudah tersimpan tapi belum menyentuh apa pun. Membatalkan persetujuan mencabut ketiganya kembali.
Masalah Umum
- Angka Harga Beli yang saya ketik ditimpa. Terjadi bila jumlah seluruh baris tidak sama dengan nilai induk, atau baris yang diketik saja sudah melampaui nilai induk. Biarkan sebagian baris 0 supaya sisanya punya tempat mendarat.
- Nilai hasil terasa tidak adil antar kemasan. Bawaannya proporsional harga jual, bukan per kilogram. Kalau harga jual salah ketik di master satuan, pembagiannya ikut salah.
- Semua hasil bernilai 0. Induknya belum punya HPP: belum ada pembelian, Persediaan Masuk, atau saldo awal. Isi nilai induk lebih dulu, atau ketik Harga Beli induk sekali untuk produk yang memang belum pernah bernilai.
- Pembagiannya berubah sesudah saya simpan ulang. HPP induk pada tanggal itu mungkin sudah berubah karena dokumen lain dimundurkan tanggalnya. Nilai totalnya tetap netral.
- Stok induk jadi minus. Form ini tidak menolak pemecahan yang stok induknya kurang - periksa Arus Produk lebih dulu.
- Menghapus dokumen. Stok, jurnal, dan catatan HPP-nya ikut hilang, dan rantai HPP produk yang terpengaruh dihitung ulang.
Lokasi Menu
- Produk & Persediaan / Operasional Stok / Pemecahan Barang
/form/productdisassemble